BERITA

09 Agustus 2019

PENILAIAN PANJI-PANJI KEBERHASILAN PEMBANGUNAN DI BIDANG PARIWISATA KABUPATEN PASER

TIM Penilai Panji Panji Keberhasilan Pariwisata

Provinsi Kaltim Kunjungi Paser

Penulis : Wahab Syahrani, SE

 

Tana Paser 08/7, Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Panji-Panji Keberhasilan Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019, bahwa Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur selaku Organisasi  Perangkat  Daerah  Provinsi  Kalimantan Timur  yang melaksanakan  program  kegiatan dibidang pariwisata akan memberikan penghargaan kepada Kabupaten/ Kota yang telah melaksanakan pembangunan dibidang kebudayaan dan pariwisata tahun 2019. Adapun maksud dan tujuannya Memberikan Penghargaan kepada Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kalimantan Timur yang berprestasi dalam melaksanakan pembangunan dibidang kepariwisataan secara berkelanjutan, serta mendorong dan memotivasi semua pihak untuk meningkatkan pembangunan dibidang pariwisata tahun 2019 di Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Paser telah dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa berupa wisata yang melimpah sebanyak 117 obyek wisata serta keanekaragaman seni budaya yang bercirikan tradisi lokal dan adat istiadat yang tetap dipegang teguh oleh masyarakat.

 

Sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menarik kunjungan wisatawan melalui Program Visit East Kalimantan maka diharapkan Kabupaten/Kota Se-Kalimantan Timur dapat menjadi Destinasi Unggulan dan dapat bersaing dengan destinasi-destinasi daerah lain di tanah air.

 

Tim penilai tiba malam hari rabu 7/7, dilanjutkan ramah tamah bersama tim penilai di Kedai Sampan, esok harinya tepat pada pukul 09.30 wita bertempat diruang rapat kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kab. Paser, tim penilaipun memulai dengan Zulkifli dari PHRI provinsi, adapun yang menghadiri antara lain: Staf Ahli dr I Dewa Made Sudarsana mewakili bupati paser, Kadisporapar H.M. Yusuf Sumako, SH, M. Hum, Ir. H. Saharuddin, MP Kabid Bina Usaha dan Produk Wisata, Wahab Syahrani, SE Kasi Destinasi Wisata, Ika Marselia S, SS, Kasi Pemasaran promosi dan Informasi, Supangat Kasi Bina Usaha, tatik dan herlina (DLH), Ahmad Haliqul Bahri (Bina Kesra I), Zulkifli (Dikbud) Edi Syahrin (Kepala Desa Janju) serta Apandi (Pokdarwis Kampung Warna Warni) dan dihadiri seluruh bidang Disporapar Kab. Paser.

 

Diawali dengan pembukaan, dan lanjut untuk jalannya penilaian dan presentasi dari Kepala Disporapar Kab. Paser dan pendalaman tim juri serta kupasan lainnya dibantu oleh masukan dari bidang dan kasi sesuai tupoksinya tegas Drs. H. Zulkifli, MA yang juga selaku dari PHRI Kaltim.

 

I made dewa S,  mewakili bupati paser juga mengatakan “ Kabupaten paser memiliki banyak potensi dan semoga saja apa yang disampaikan nanti dapat memberikan nilai tambah bagi obyek wisata, terima kasih telah berkunjung ke Kabupaten Paser kepada Tim penilai panji-panji keberhasilan pariwisata, beliau juga menegaskan bahwa kabupaten paser memiliki banyak potensi dan beberapa unggulan dan bahkan viral di medsos, ucapnya sambil tersenyum. Lalu di lanjutkan paparan kepala dinas,

 

H.M Yusuf sumako, SH. M..Hum, selaku kepala Disporapar Kab. Paser memaparkan, “Tindakan pertama yang saya pikirkan yaitu bagaimana roh pariwisata sesuai dengan UU No. 10 Tahun 2009 tentang Pariwisata itu sendiri yaitu dengan adanya RIPPARDA dan kami sudah mengajukan DAK fisik Tahun 2020 di surabaya beberapa waktu yang lalu, serta Retribusi karcis yang sudah memiliki asuransi dengan PT. Jasaraharja Putra Cabang Balikpapan dan ulasan berbagai inovasi serta MOU dengan Kabupaten Tabalong dan dari berbagai lintas sektor yang telah di laksanakan selama ini, lalu mengupas berbagai permasalahan yang dihadapi seperti status lahan, budget, dan sarpras yang belum maksimal. serta beliau juga menjelaskan bagaimana solusi terkait berbagai problem itu sendiri.

 

Drs. H. Zulkifli, MA selaku wakil ketua juga mengatakan, “bahwa untuk yang pertama aksessibilitas, setelah itu amenitas, dan atraksi dan teori pendukung lainnya maka lima kolaborasi tadi ini saling berkaitan bagaimana keterlibatan pemerintah dan industri media, akademisi dan masyarakat memiliki keterlibatan antara pemerintah dan masyarakat sangat penting.” Tegas beliau.

 

“Bagaimana pariwisata dalam daerah itu memiliki komparatif atau memiliki keunggulan tidak dimiliki didaerah lain itu harus digali potensinya apakah itu seperti Danum layong atau air panas yang katanya dapat menyembuhkan penyakit dan hal itu tidak ada di daerah lainnya dan Kompetitif itu sendiri berkaitan dengan 3A (Aksessibilitas, Amenitas dan Atraksi).” Tegas Prof. Dr. H. Abdul Rachim, SE, M. Si, selaku ketua tim dan rektor widya gama dalam pertemuan tersebut sambil sesekali melepaskan senyum dan bersahaja.

 

Ditempat yang sama Syarifuddin Tanggalino sebagai anggota tim penilai mengucapkan, “ Bagaimana menghadirkan wisatawan agar mereka datang ketempat kita dan menjadi terkesan sejalan dengan komparatif dan kompetitif, daerah lain harus menunjukkan keunggulan obyek wisata dalam suatu daerahnya terkait dengan inovasi yang dilaksanakan di paser dalam tahun ini sangat luar biasa.

 

Ujung tombak dari sumber daya manusia yaitu HPI dengan memviralkan serta membuat strategi promosi agar semakin mudah diakses pada smartphone, serta pengelolaan kelompok sadarwisata yang baik para turis sangat ingin melihat hutan borneo setelah amazon dan menjadi paru-paru dunia dan mereka sangat menyukai hal tersebut.” Ucap Rusdiansyah sebagai utusan PHI.

 

adapun kriteria penilaian itu sendiri terdiri berbagai aspek yaitu : Kreatifitas dan inovasi, visi dan misi yang sejalan dengan daerah, dokumen Ripparda, pemberdayaan masyarakat serta kontribusi yang diberikan, keunggulan dan komparatif dan kompetitif yang dimiliki, Keunikan, Kekhasan, Berbeda Dengan Yang Lain, Langka Yang Dimiliki Obyek Wisata Terkait, Adanya Riset atau penelitian Tentang Obyek Wisata Yang Diminati Wisatawan, Obyek-Obyek Wisata Yang Sedang Dikembangkan Saat Ini, Prosentase Tingkat Kunjungan Wisatawan, Prosentase Alokasi Anggaran, dan Anugerah Pesona Indonesia (API).

 

Dan akhir dari kegiatan berujung di KWW Desa Janju pada rumah makan terapung dan sajian atraksi tarian dari yayasan sadurengas asuhan rusidah. (WA)

 

 

 

Jumat, 09 Agustus 2019

08:26:17

Berita Lainnya

DESA BERSINAR LANGKAH STRAT

17 Maret 2021

SAMARINDA- Desa Bersinar (Bersih Narkoba) merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden nomor 2 ...

PELATIHAN TATA RIAS KECANTI

19 November 2020

Tanah Grogot - Kegiatan pelatihan Kewirausahaan yang mengambil Tema : “PENUMBUHAN MINAT...

PEMUDA RELAWAN KABUPATEN PA

14 Oktober 2020

TANA PASER-Dengan disaksikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dispora Kaltim, H M Agus Hari Keseuma yan...

Launching Logo Hari Sumpah

02 Oktober 2020

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi m...

Gerakan BISA Digelar di Pan

23 September 2020

PASIR MAYANG- Pemkab Paser,  Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Paser bersama Kemente...

KNPI Batu Sopang Gelar Dono

21 September 2020

TANA PASER,Suarabalikpapan.com-Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bat...

GILIRAN PASER SELEKSI JAMBO

07 September 2020

  TANA PASER-Lima pemuda Kabupaten Paser mengikuti seleksi Jambore Pemuda Indonesia tingkat ...