BERITA

22 Agustus 2019

KAMPUNG WARNA-WARNI 21 TERBAIK DI INDONESIA

  

 

     TANA PASER- Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Paser yang berlokasi di Desa Janju, berupa Kampung Warna-Warni, dipilih Kementrian Pariwisata sebagai 2 Pokdarwis terbaik di Kaltim. Pemilihan ini tidak lepas  dari kemandirian objek wisata yang lokasinya 10 kilometer dari Tana Paser itu. 

     Pokdarwis merupakan obyek wisata berbasis masyarakat. Artinya dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Selain Kampung Warna-Warni, Pokdarwis Kuala Abadi di Bontang juga menjadi salah satu nominasi di Kaltim. Bersaing menjadi yang terbaik dengan 21 Pokdarwis lainnya di 15 Provinsi se-Indonesia. Setelah sebelumnya menyisihkan 58 Pokdarwis lainnya. 

     "Kita pun juga sudah membentuk rencana induk pengembangan pariwisata daerah atau Ripda. Ini salah satu syarat agar dana dari pusat bisa turun ke Paser. Termasuk menghidupkan kembali Badan Promosi Pariwisata Daerah," ujar Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser M. Yusuf Sumako.

    Yusuf meyakini dengan majunya pariwisata di Paser, bisa membantu meninggalkan indeks pembangunan manusia (IPM), Pasalnya di tiap daerah dan negara yang pariwisatanya berkembang, selalu IPM-nya tinggi. Dia pun yakin Pokdarwis lainnya di Indonesia pada 2019 ini. Paser kali pertama pokdarwis-nya masuk nominasi penilaian ini.

    Tim penilaian dari Kementerian Pariwisata, Ambar Rukmi, menyampaikan apresiasi atas sambutan luar biasa Paser. Dia menyebut Paser masuk nominasi karena kepopulerannya, serta penilaian di lapangan yang masuk kriteria pokdarwis. Ada banyak elemen yang terlibat dalam penilaian ini, mulai dari dukungan pemerintah, media, akademis, hingga masyarakat di wilayah wisata itu sendiri yang terpenting.

    "Tujuan dibentuknya pokdarwis ini salah satunya untuk memperkuat eksistensi wisata tiap daerah. Dan tentunya membantu perekenomian warga sekitar wisata, agar semakin kreatif dan inovatif. Tanpa harus mengandalkan investor untuk pengembangan pariwisatanya," sebut Ambar.

     Kepala Desa Janju Edi Karyadi mengatakan dibentuknya Kampung Warna-Warni ini sejak akhir 2017. Berjalan lebih 1 tahun, sudah banyak inovasi yang dilakukan. Kendati masih banyak pengembangan. Namun dia tetap mementingkan keterlibatan masyarakat sekitar untuk kemajuan lokasi wisata ini. Pembangunan ini murni swadaya masyarakat. Fasilitas yang diberikan pemerinyah dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan desa.

    "Kita tidak menggunakan APBD atau memanggil investor. Saat ini peraturan desa belum terbit. Rencananya 20 persen pendapatan dari lokasi wisata ini untuk pendapatan asli desa, tapi untuk sementara pembagiannya 40 persen buat pengelola dan 60 persen untuk pengembangan," sebut Edi.

 

Sumber : KALTIM POST

 

 

Kamis, 22 Agustus 2019

10:05:08

Berita Lainnya

DESA BERSINAR LANGKAH STRAT

17 Maret 2021

SAMARINDA- Desa Bersinar (Bersih Narkoba) merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden nomor 2 ...

PELATIHAN TATA RIAS KECANTI

19 November 2020

Tanah Grogot - Kegiatan pelatihan Kewirausahaan yang mengambil Tema : “PENUMBUHAN MINAT...

PEMUDA RELAWAN KABUPATEN PA

14 Oktober 2020

TANA PASER-Dengan disaksikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dispora Kaltim, H M Agus Hari Keseuma yan...

Launching Logo Hari Sumpah

02 Oktober 2020

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi m...

Gerakan BISA Digelar di Pan

23 September 2020

PASIR MAYANG- Pemkab Paser,  Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Paser bersama Kemente...

KNPI Batu Sopang Gelar Dono

21 September 2020

TANA PASER,Suarabalikpapan.com-Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bat...

GILIRAN PASER SELEKSI JAMBO

07 September 2020

  TANA PASER-Lima pemuda Kabupaten Paser mengikuti seleksi Jambore Pemuda Indonesia tingkat ...